Detik-detik Terakhir Ramadhan: Jangan Sampai Kita Termasuk yang
Merugi
Oleh: Sultan Bagus Sholahuddin

Bulan Ramadhan adalah tamu agung
yang selalu dinanti oleh setiap muslim. Ia datang membawa keberkahan, ampunan,
serta peluang besar untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah
SWT. Namun sebagaimana tamu yang singgah, Ramadhan tidak menetap selamanya.
Tanpa terasa, hari-harinya berlalu begitu cepat hingga kini kita telah berada
di detik-detik terakhirnya.
📲 Follow & cek update resminya di Instagram Helwa Center:
👉 https://www.instagram.com/helwa_center/
Sepuluh malam terakhir Ramadhan bukanlah waktu yang biasa. Di dalamnya tersimpan malam yang lebih baik dari seribu bulan, malam yang dipenuhi rahmat dan pengampunan, yaitu Lailatul Qadar. Inilah saat-saat penentuan: apakah kita akan menutup Ramadhan dengan kesungguhan ibadah, atau justru lalai ketika kesempatan emas hampir berakhir. Karena itu, jangan sampai kita menjadi golongan yang merugi—mereka yang melewati Ramadhan tanpa membawa pulang ampunan dan perubahan diri yang lebih baik.
Pada detik-detik terakhir Ramadhan ini, seorang muslim seharusnya tidak lagi beribadah dengan sekadarnya. Justru inilah saat untuk meningkatkan kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sepuluh malam terakhir menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak qiyamul lail, memperpanjang doa dalam sujud, serta melantunkan istighfar dengan penuh kerendahan hati. Setiap malam yang berlalu adalah kesempatan yang mungkin tidak akan kembali, sehingga sudah sepatutnya kita memanfaatkannya dengan ibadah yang lebih khusyuk dan penuh harap.
Selain itu, memperbanyak tilawah
Al-Qur’an dan memperluas kebaikan kepada sesama juga menjadi amalan yang sangat
dianjurkan. Sedekah, membantu orang lain, serta memperbaiki hubungan dengan
keluarga dan sahabat adalah bentuk ibadah yang tidak kalah mulianya. Ramadhan
bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian
dan kehangatan dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, Ramadhan dapat
meninggalkan bekas kebaikan yang nyata dalam diri kita.
📲 Follow & cek update resminya di Instagram Helwa Center:
👉 https://www.instagram.com/helwa_center/
Lebih dari itu, sepuluh malam terakhir adalah waktu untuk sungguh-sungguh mencari malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam inilah doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap, memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu dan memohon kebaikan untuk masa yang akan datang. Jangan sampai Ramadhan berlalu begitu saja tanpa perubahan dalam diri kita, karena orang yang merugi adalah mereka yang melewati bulan penuh rahmat ini tanpa meraih ampunan dari Allah SWT.
Keutamaan sepuluh malam terakhir Ramadhan juga dapat kita lihat dari bagaimana Rasulullah ﷺ mencontohkan kesungguhan dalam menghidupkan malam-malam tersebut. Beliau tidak hanya memperbanyak ibadah secara pribadi, tetapi juga mengajak dan membangunkan keluarganya agar turut meraih keberkahan yang besar pada malam-malam penuh kemuliaan ini. Hal ini menunjukkan bahwa sepuluh malam terakhir memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam.
Sebagaimana diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ العَشْرُ الأَوَاخِرُ مِنْ رَمَضَانَ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ.
Artinya:
“Rasulullah ﷺ apabila telah masuk sepuluh malam terakhir (Ramadhan), beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menggambarkan bagaimana Rasulullah ﷺ meningkatkan kesungguhan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Ungkapan “mengencangkan ikat pinggangnya” dimaknai oleh para ulama sebagai bentuk keseriusan dan kesungguhan beliau dalam beribadah, menjauhkan diri dari hal-hal yang melalaikan, serta memfokuskan diri sepenuhnya untuk meraih keberkahan dan keutamaan Lailatul Qadar.
Pada akhirnya, sepuluh malam
terakhir Ramadhan adalah kesempatan emas yang tidak datang dua kali dalam satu
tahun. Di dalamnya tersimpan malam yang lebih baik dari seribu bulan, malam penuh
rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT. Oleh karena itu, sudah
sepatutnya setiap muslim memanfaatkan sisa waktu Ramadhan ini dengan
memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, serta memanjatkan doa-doa terbaik
kepada-Nya.
📲 Follow & cek update resminya di Instagram Helwa Center:
👉 https://www.instagram.com/helwa_center/
Jangan sampai Ramadhan berlalu
begitu saja tanpa meninggalkan bekas kebaikan dalam diri kita. Semoga kita
termasuk hamba-hamba yang mampu menghidupkan sepuluh malam terakhir dengan
penuh keimanan dan keikhlasan, serta dipertemukan dengan kemuliaan Lailatul
Qadar. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi bulan yang kita lalui,
tetapi juga menjadi momentum yang membawa perubahan menuju pribadi yang lebih
dekat kepada Allah SWT.
Tsaqafah dan Keilmuan Administrator 16 Mar 2026 06:54am
-
Komentar : 0
Berikan komentar terbaik Anda
Kategori
- 16
- 8
- 21
- 36
- 6
Tulisan Terbaru
-
Kesalahan Mahasiswa Baru di Mesir yang Sering Disepelekan
18 May 2026 07:31am -
Kisah Mahasiswa yang Hidup dengan Budget Sangat Terbatas
15 May 2026 08:58am -
Berapa Uang Minimal untuk Berangkat ke Mesir dari Nol?
13 May 2026 09:15am -
Ujian Lisan (Syafahi) di Al-Azhar: Tips Lulus Tanpa Grogi
12 May 2026 07:10am -
Perbedaan Gaya Belajar Santri Indonesia vs Mahasiswa Mesir
11 May 2026 07:11am -
Cara Mendapatkan Syaikh (Guru) Selama di Mesir
08 May 2026 07:55am -
Sistem Talaqqi di Masjid-Masjid Al-Azhar: Belajar Langsung dari Ulama
07 May 2026 07:34am -
Manajemen Waktu Mahasiswa Al-Azhar (Ngaji vs Kuliah)
06 May 2026 07:30am -
Pentingnya Networking Selama Studi di Mesir
04 May 2026 06:56am -
Culture Shock Mahasiswa Indonesia di Mesir & Cara Mengatasinya
28 Apr 2026 07:11am
